Mengulik Sejarah Kubah Masjid Enamel Cut Mutia

Mengulik Sejarah Kubah Masjid Enamel Cut Mutia

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang sobat umat muslim semua. Eh ketemu lagi nih kita di blog Kubah Masjid Enamel hari ini. Gimana udah pada makan siang belom nih semua? Nah kalau belom gih makan siang sambil mantengin info dari blog kubah masjid enamel seputar sejarah dari Masjid Cut Mutia yang ada di DKI Jakarta.

Nah tahukah semuanya bahwa ada hal menarik dari sejarah Masjid Cut Mutia yang ada di kota Jakarta ini. Masjid judulnya ini punya ternyata merupakan sebuah bangunan kantor biro arsitek sekaligus pengembang N.V. atau perseroan terbatas bouwploeg, Pieter Adriaan Jacobus Moojen (1878 – 1955) yang merupakan sosok di balik pembangunan wilayah Gondangdia di daerah Menteng Jakarta itik gak jadi sesuai yang sudah disebutkan diatas bahwa dulunya bangunan masjid ini merupakan sebuah kantor yang dialihfungsikan sebagai Masjid Cut Mutia di daerah Jalan Cut Mutia nomor 1 Jakarta.

Nah jadi kita akan membahas jejak mengenai awal berdiri dari Masjid Cut Mutia ini. Ya Jadi sebelum difungsikan sebagai sebuah bangunan masjid sebagaimana yang terjadi sekarang ini bangunan masjid ini dulunya pernah digunakan sebagai kantor pos, kantor jawatan kereta api Belanda band kantor kompetai angkatan laut Jepang pada tahun 1942 sampai 1945. Nah jadi pada saat setelah Indonesia merdeka tidak pernah digunakan sebagai Kantor Urusan Perumahan hingga Kantor Urusan Agama yang dilaksanakan pada tahun 1964 sampai dengan tahun 1970. Zaman pemerintahan Gubernur Ali Sadikin diresmikan lah bangunan ini sebagai masjid tingkat provinsi dengan surat keputusan nomor SK 5184/ 1987 yaitu pada tanggal 18 agustus 1987.

Yang menarik adalah ternyata awalnya Masjid Cut Mutia ini memiliki nama yaitu Yayasan kubah masjid enamel al-jihad yang didirikan oleh eksponen tahun 1966 seperti Akbar Tanjung dan Fahmi Idris. Nah Pada kurun waktu orde lama di Indonesia dulu gedung ini juga pernah dijadikan sebagai ketua sekretariat dari MPRS. Nama bouwploeg sendiri hingga saat ini pun masih tersisa dalam Ingatan sebagai nama dari salah satu pasar boplo di barat stasiun kereta api Gondangdia. Tentunya bagi kalain para pembaca artikel ini yang merupakan warga masyarakat jakarta khususnya daerah gondangdia yang sudah lama menetap dan tahu mengenai bangunan bangunan ini pasti akan merasa kangen sekali dengan suasana dahulu itu. Sayangnya sekarang ini hanyalah sejarah saja.

Ya Sekian dulu bahasan artikel di blog kubah masjid enamel hari ini mengenai Masjid Cut Mutia kurang benar atau admin dalam penyampaiannya masih ada sedikit kesalahan mohon dimaklumi dan dimaafkan terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.