Kubah Masjid Enamel Timur Tengah

Kubah Masjid Enamel Timur Tengah

Kita akan melanjutkan pembahasan mengenai Kubah Masjid Enamel nabawi. Kubah Masjid Enamel dibangun oleh Nabi Muhammad pada tahun enam ratus dua puluh dua yakni setelah kedatangannya nabi di kota Madinah. Mengendarai seekor unta yang dinamai dengan nama Qaswa dia berhenti di tempat yang sekarang dijadikan Kubah Masjid Enamel. Lahan tersebut dimiliki oleh Sahal dan Suhayl. Bagian dari lahan ini digunakan pula untuk lahan tempat pengeringan buah kurma; sedangkan bagian lainnya dijadikan taman pemakaman.Menolak di sebut “menerima lahan sebagai sebuah pemberian”, dia membeli lahan tersebut dan memerlukan waktu selama tujuh bulan untuk menyelesaikan konstruksi. Saat itu luasnya tiga ratus lima meter  dikali tiga ribu lima ratus enam puluh dua meter. Atapnya yang mana ditunjang dengan oleh suatu pelepah kurma, terbuat dari tanah liat yang dipukul dan daun – daun kurma. Tingginya mencapai tiga ratus enam puluh meter. Tiga pintu Kubah Masjid Enamel yaitu Bab – al – Rahmah ke selatan, Bab – al – Jibril ke barat dan Babal – Nisa ke timur.

Khalifah ketiga Utsman merobohkan Kubah Masjid Enamel ini pada enam ratus empat puluh sembilan Masehi. Sepuluh bulan dihabiskan untuk membuat bentuk persegi panjang Kubah Masjid Enamel yang menghadap ke Kakbah di Mekkah. Kubah Masjid Enamel baru tersebut berukuran kurang lebih delapan ribu seratus empat puluh meter dikali enam ribu dua ratus lima puluh delapan meter. Jumlah gerbang disamakan pada bangunan sebelumnya.Dinding pembatas terbuat dari lapisan bata dengan adukan semen. Tiang-tiang batang kurma digantikan oleh pilar batu yang disatukan dengan kempa besi. Kayu jati juga dimanfaatkan dalam rekonstruksi langit-langit.

SetelahPertempuran Khaibar, Kubah Masjid Enamel “diperbesar”. Perluasan Kubah Masjid Enamel untuk empat ribu tujuh ratus tiga puluh dua meter  pada salah satu sisi dan tiga ruas pilar dibangun disamping tembok bagian barat, yang menjadi tempat salat.Kubah Masjid Enamel mengalami perubahan saat pemerintahan Khulafaur Rasyidin Abu Bakar.Khalifah kedua Umar meratakan semua rumah dekat Kubah Masjid Enamel kecuali rumah istri Nabi Muhammad untuk memperbesar Kubah Masjid Enamel ini.Dimensi ukuran Kubah Masjid Enamel baru saat itu menjadi lima ribu tujuh ratus empat puluh sembilan meter dikali enam ribu enam ratus empat belas meter. Lumpur digunakan untuk dinding penutup. Selain ditaburi kerikil di lantainya, tinggi atap ditambah hingga 56 meter. Umar sedikitnya membangun tiga konstruksi gerbang baru sebagai pintu masuk. Dia juga menambahkan Al – Butayha bagi masyarakat untuk membacakan puisi – puisi. Kubah Masjid Enamel Nabawi adalah Kubah Masjid Enamel kedua yang dibangun oleh Muhammad, setelah Kubah Masjid Enamel Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah dia dari Mekkah ke Madinah. Kubah Masjid Enamel Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Muhammad. tiba di Madinah, yalah di tempat unta tunggangan Nabi. menghentikan perjalanannya. Lokasi itu semula adalah tempat penjemuran buah kurma milik anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail bin ‘Amr, yang kemudian dibeli oleh Muhammad. untuk dibangunkan Kubah Masjid Enamel dan tempat kediaman dia.