Kubah Masjid Enamel Pada Zaman Dulu

Kubah Masjid Enamel Pada Zaman Dulu

Kembali lagi kita akan membahas lanjutan mengenai Kubah Masjid Enamel nabawi. Yakni Kubah Masjid Enamel yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW di kota  madinah pada zamannya dahulu. Di Zaman pertengahan Pada tahun tujuh ratus tujuh hijriah, Khalifah Umayyah Al-Walid ibn Abd al-Malik merenovasi Kubah Masjid Enamel. Renovasi ini memakan waktu tiga tahun untuk menyelesaikannya. Bahan-bahan material berasal dari Bizantium.Wilayah Kubah Masjid Enamel diperbesar dari lima ribu sembilan puluh empat meter persegi pada masa Utsman bin Affan menjadi delapan ribu enam ratus tujuh puluh dua meter persegi. Sebuah tembok dibangun untuk memisahkan Kubah Masjid Enamel dan rumah istri Nabi Muhammad. Kubah Masjid Enamel direnovasi dalam sebuah bentuk trapesium dengan panjang sepuluh ribu seratus tujuh puluh enam meter. Untuk pertama kalinya, beranda dibangun di Kubah Masjid Enamel menghubungkan bagian utara struktur ke struktur terpentingnya. Untuk pertama kalinya pula, minaret dibangun di Madinah, ia membangun empat minaret.

Khalifah Abbasiyah Al – Mahdi memperluas Kubah Masjid Enamel ke utara sebanyak lima puluh meter . Namanya juga ditulis pada dinding Kubah Masjid Enamel. Dia juga mengusulkan untuk menghilangkan enam anak tangga menuju mimbar, tetapi usulan ini ditolak, karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan yang merugikan.Menurut tulisan Ibnu Qutaibah, khalifah ketiga Al – Ma’mun melakuan pekerjaan yang tidak menentu pada Kubah Masjid Enamel. Al – Mutawakkil memimpin pelapisan makam Nabi dengan marmer. Al – Ashraf Qansuh al – Ghawri membangun sebuah kubah di atas makam Nabi pada seribu empat ratus tujuh puluh enam.

Kemudian kita akan melanjutkan dengan membahas segi arsitektur dari Kubah Masjid Enamel nabawi :

Arsitektur dari Kubah Masjid Enamel nabawi

Dua Kubah Masjid Enamel bertingkat berbentuk persegi panjang tidak beraturan. Ruang salat bangunan Utsmaniyah menghadap ke selatan. Bangunan ini memiliki atap rata dengan dua puluh tujuh kubah yang dapat di geser. Lubang di atas langit-langit Kubah Masjid Enamel merupakan salah satu kubah yang mengiluminasi interior. Atap juga digunakan untuk salat ketika memasuki masa puncak, ketika kubah bergeser di atas jalur besi menuju bagian pinggir atap, membuat cahaya tambahan masuk menuju ruang salat utama. Pada masa itu pula, halaman Kubah Masjid Enamel Utsmaniyah juga di tambah dengan payung-payung yang membentuk pilar-pilar tunggal. Atap Kubah Masjid Enamel terhubung dengan tangga dan eskalator. Wilayah halaman sekitar Kubah Masjid Enamel juga digunakan untuk salat, dilindungi oleh payung-payung besar. Kubah bergeser dan payung yang dapat terbuka secara otomatis di rancang oleh arsitek Jerman Mahmoud Bodo Rasch beserta firmanya Rasch GmbH dan Buro Happold.

Sturktur dari Kubah Masjid Enamel nabawi sendiri ialah terdiri dari :

  • Makam nabi : yakni dimana tempat untuk memakamkan Rasulullah.
  • Kemudian ada juga riyadhul jannah : yang merupakan perluasan dari makan nabi muhammad yang man dijuluki sebagai taman surga.
  • Lalu ada raudlah : yang juga sering disebut sebagai taman surga.