Lebaran Tahun 2017

Hari raya  Idul Fitri atau sering kita sebut juga dengan Lebaran yang ada di tanah air merupakan haru raya umat Muslim di tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah yang didasari oleh peredaran bulan. Apabila di hitung dengan menggunakan kalender Masehi, maka tanggal 1 Syawal selalu jatuh pada tanggal berbeda setiap tahunnya.

Seperti yang terjadi pada tahun 2000 yang lalu, Idul Fitri dirayakan dua kali yakni pada bulan Januari dan bulan Desember. Ini juga akan berulang kembali di tahun 2035 dan juga 2036. Sedangkan untuk perayaan Idul Fitri tahun 2017 ini akan jatuh pada tanggal 25 Juni hari Minggu.

Idul Fitri atau Lebaran tahun 2017 ini menjadi acara penting bagi seluruh umat muslim Indonesia, dimana merupakan hari kemenangan sesudah 1 bulan penuh berpuasa dan menjadi hari dimana semua keluarga dan kerabat akan berkumpul.

Saat tanggal 1 Syawal hadir, maka menjadi pertanda berakhirnya puasa di bulan Ramadhan lalu dilanjutkan dengan perayaan Idul Fitri. Saat pagi hari di hari Idul Fitri tersebut akan diawali dengan Salat Idul Fitri atau lebih dikenal dengan Salat Id dan para imam selalau mengingatkan kita yang belum membayar zakat fitrah sebab jika sesudah salat Id baru menyelesaikan zakat fitrah maka hukumnya berubah menjadi sedekah bukan zakat.

Zakat fitrah yang wajib dilakukan umat muslim ini biasanya berupa bahan pangan pokok sebesar 2.5 kilogram dengan tujuan untuk membuat kaum fakir miskin juga ikut merasakan kebahagiaan.

Sedangkan di hari sebelum dan sesudah hari raya, maka semua umat muslim disunahkan untuk mengumandangkan takbir. Gema taknit ini dilantunkan sesudah bulan Syawal mulai.

Ada begitu banyak tradisi yang juga menjadi bagian dalam merayakan Idul Fitri di Indonesia yang tentunya tidak akan bisa anda temukan di negara Timur Tengah dan beberapa negara lainnya.

Halal bihalal yang selalu dilakukan oleh masyarakat Indonesia sudah ada sejak dakwah Wali Songo pada abad ke-15. Selain itu, saat Lebaran juga ada salah satu tradisi lainnya yakni sungkem yang dilakuka anak pada orang tua atau yang lebih muda pada yang lebih tua.

Tradisi lain yang selalu hadir saat menyambut Lebaran tahun 2017 adalah ketupat. Ketupat ini diambil dari bahasa Jawa yakni kupat yang berarti mengakui dan jika diartikan secara utuh menjadi mengakui kesalahan. Sedangkan anyaman daun kelapa yang digunakan untuk membungkus ketupat ini sebagai lambang dari dosa serta kesalahan yang sudah dilakukan kita sebagai manusia. Sementara isi ketupat yang berwarna putih tersebut mengartikan hati yang bersih sesudah meminta maaf atas semua kesalahan yang sudah dilakukan.

Sementara untuk Doa  Minal ‘Aidin wal-Faizin yang sering kita ucapkan, sebetulnya merupakan tradisi dari masyarakat di Asia Tenggara dan menurut beberapa ulama, ucapan ini tidak berdasarkan dari ucapan Nabi Muhammad namun bermula dari seorang penyair di masa Al-Andalus yakni Shafiyuddin Al-Huli disaat ia membacakan sebuah syair dengan konteks dendang seorang wanita pada hari raya.